PEMAIN Awak Awai berfoto bersama Asisten I Setda Aceh, Iskandar A Gani dan Kadispora Iskandar Zulkarnaen setelah memastikan gelar juara turnamen sepakbola eksekutif U-40 Piala Karya Dharma, sore kemarin, di Stadion H Dimurthala Lampineung. | Foto: Serambi Indonesia

PEMAIN Awak Awai berfoto bersama Asisten I Setda Aceh, Iskandar A Gani dan Kadispora Iskandar Zulkarnaen setelah memastikan gelar juara turnamen sepakbola eksekutif U-40 Piala Karya Dharma, sore kemarin, di Stadion H Dimurthala Lampineung. | Foto: Serambi Indonesia
PEMAIN Awak Awai berfoto bersama Asisten I Setda Aceh, Iskandar A Gani dan Kadispora Iskandar Zulkarnaen setelah memastikan gelar juara turnamen sepakbola eksekutif U-40 Piala Karya Dharma, sore kemarin, di Stadion H Dimurthala Lampineung. | Foto: Serambi Indonesia

BANDA ACEH – Skuadra Awak Awai tampil sebagai juara baru turnamen sepakbola eksekutif U-40 Piala Karya Dharma. Kepastian itu mereka peroleh setelah membungkam juara bertahan Karya Dharma 3-2, dalam partai final di Stadion H Dimurthala Lampineung, kemarin.

Bagi besutan Wahyudi-Wahyu AW, keberhasilan tersebut membuat Awak Awai keluar sebagai jawara baru di turnamen berhadiah Rp 40 juta.

Karena, juara bertahan Karya Dharma gagal mempertahankan gelarnya. Abdussalam dkk merupakan juara tahun lalu usai mengalahkan Pemkot Lhokseumawe.

Disaksikan ribuan penonton, Asisten I Setda Aceh, Iskandar A Gani, dan Kadispora Iskandar Zulkarnaen, kedua tim tampil lambat. Malah Karya Dharma dan Awak Awai terkesan sangat hati-hati serta saling menunggu serangan. Sehingga, permainan menjadi monoton.

Di partai penentuan itu, ternyata kubu tuan rumah kehilangan sang kiper andalan, Sugiar. Mantan kiper PSMS era 80-an itu tak tampil sehingga meninggalkan kelemahan bagi Karya Dharma. Kiper cadangan, Fery gagal menjadi benteng terakhir saat Azhari, Dahlan Jalil dan Amri menekan.

Pada menit 8, Awak Awai membuka kemenangan lewat jasa Azhari. Gol ini bermula dari umpan lambung Aminullah ‘Carlos’ Usman ke mulut gawang Karya Dharma. Bola lambung tersebut disundul Martunis ke arah Azhari yang berdiri bebas. Tanpa kawalan, mantan pemain PSIM Yogyakarta itu melepaskan tendangan keras.
Kecolongan 0-1 membuat Colly Misrun, Agung, Amran, A Gamal, Kurnia Khalid, dan Erwin bangkit. Usaha mereka masih dipatahkan Tarmizi Rasyid, Khalidan, Sofyan, Muhammad Paloh, serta Zulkarnain Jamil. Pun begitu, pemain tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan dari tandukan Colly Misrun usai memanfaatkan umpan Jamal Muku di menit 55.

10 menit kemudian, Awak Awai kembali unggul dari eksekusi penalti Husaini. Hadiah 12 pas diberikan wasit Ridwan Aples setelah pilar bawah Karya Dharma, Amran menarik striker Awak Awai, Amri. Ketika itu, Amri berusaha melakukan sundulan memanfaatkan tendangan jauh Aminullah.

Menyadari posisi Amri berdiri bebas di depan gawang, Amran tanpa ragu menariknya. Melihat pelanggaran tersebut, pengadil langsung menunjuk titik putih. Mantan pemain Semen Padang, Husaini dengan dingin memperdayai kiper tuan rumah, Fery.

Pada meni 76, Karya Dharma kembali berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Kali ini, wasit menghukum Awak Awai dengan penalti. Pasalnya, Afriandi Karim menjatuhkan Kurnia Khalid dalam kotak terlarang. Dedi Predi sukses memperdayai Sukirmanto, kiper Awak Awai.

Di menit terakhir, blunder Fery menyebabkan Karya Dharma dipaksa kehilangan gelar juara. Gol penentu Awak Awai terhitung indah di mana sepak pojok Dahlan Jalil langsung mengarah ke dalam gawang. Derasnya datang si kulit bundar membuat Fery tak siap menyambut. Bola yang sudah ditangkap malah lepas menuju dalam gawang. Marka pun berubah menjadi 3-1 untuk Awak Awai.

Kadispora Aceh, Iskandar Zulkarnaen ketika menutup turnamen itu menyebutkan, kalau even bergengsi ini telah memberikan hiburan untuk pecinta sepakbola. Terlebih, mantan pemain bintang di Aceh dan Medan juga ikut tampil. “Mudah-mudahan, ke depan even seperti ini dapat kita gelar kembali,” demikian Iskandar.

//Serambi Indonesia